Minggu, 07 Februari 2010
Jumat, 05 Februari 2010
trombel shooting komputer lambat
Para user komputer sering menemukan keluhan yang cukup membosankan, yaitu komputernya menjadi lambat. Terkadang saking stressnya mungkin langsung mengambil solusi untuk menginstall ulang saja, daripada repot mencari permasalahannya, dan itu justru akan memakan waktu lebih banyak.
Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menanggapi masalah “komputer yang lambat!”
1. Spyware dan Virus merupakan salah satu penyebab pc yang lambat, karena yang paling mudah menyusupi dan banyak user yang berinteraksi dengannya (secara tidak langsung), spyware berasal dari banner-banner dan iklan-iklan di suatu halaman web yang mulai beraksi saat kita mengakses halaman / banner tersebut melalui sebuah browser yang memiliki celah keamanan yang tidak bagus, sehingga spyware ini sangat dekat dengan IE.
Beberapa cara untuk menghapus spyware:
1. Indentifikasi dan analisa process yang sedang berjalan dengan windows task manager.
2. Identifikasi dan non aktifkan service yang bersangkutan melalui management console.
3. Identifikasi dan non aktifkan service yang ada di startup item dengan sistem configuration utilty.
4. Cari dan hapus entry di registry yang ada pada startup.
5. Identifikasi dan hapus file yang mencurigakan.
6. Install dan gunakan spyware detection dan removal.
2. Processor Overheating. Kebanyakan prosesor mudah menghasilkan panas, sehingga membutuhkan pendingin khusus dan jenis fan khusus, sehingga pada saat temperatur prosesor meningkat melampaui batas, sistem akan melambat dan proses akan berjalan lambat. Kipas prosesor yang gagal disebabkan karena :
1. Debu yang menghambat perputaran kipas secara smooth.
2. Fan motor rusak.
3. Bearing fan ada yang doll sehingga fan “jiggling”.
Jiggling adalah jika fan yang sedang berputar ada bunyi krek-krek secara cepat disebabkan bearing fan sudah mulai doll.
3. Ram yang buruk. Beberapa situasi dapat juga karena pengaruh ram yang buruk, hal ini
dikarenakan oleh:
1. RAM timing lebih lambat dari spesifikasi mesin yang optimal.
2. RAM yang memiliki nilai minor hanya bisa dilihat setelah melalui beberapa test.
3. RAM terlalu panas.
4. Harddisk yang fail. Jika harddisk sering mengalami failure, ini juga akan memperburuk performa komputer, dan jenis fail ini banyak penyebabnya, bisa sifatnya mekanis, elektronik, bahkan firmwarenya yang tidak update, harddisk ini akan menyebabkan:
1. Akses time yang lambat.
2. Jumlah bad sector yang terus meningkat saat di scandisk.
3. Ada bluescreen yang tidak terjelaskan.
4. Gagal Boot.
5. Bios Settings. Biasanya bios yang belum dicustom settingnya akan mengalami proses perlambatan beberapa detik, khususnya pada saat booting, untuk itu kita harus mengcustom bios setting agar performa kerja proses boot bisa dipercepat, secara umum settingan bios yang harus diperhatikan adalah:
1. Boot langsung ke harddisk.
2. Disable IDE drive yang tidak terpakai.
3. Set speed latency RAM.
4. Matikan IO / IRQ perangkat onboard yang tidak dipakai.
5. Gunakan Fast POST.
6. Disk type/controller compatibility. Biasanya motherboard sekarang sudah memiliki kontroler yang baik untuk paralel ATA disk, namun kita harus memperhatikan kabel IDE nya, karena kabel ini memiliki beberapa spesifikasi tertentu, ada yang udma 33, 66, dan 100, kalau kita lihat secara fisik, bentuk kabelnya memiliki serabut yang halus halus dan banyak, sedangkan yang udma 33 serabutnya sedikit, jadi gunakanlah kabel yang memiliki spesifikasi yang tinggi untuk disk kita.
7. Windows Services, beberapa service yang harus diperhatikan dan dimatikan jika kita tidak membutuhkanya adalah:
1. FTP 2. Indexing Service
2. Remote Registry
3. Telnet
4. Remote Access
5. Remote Desktop
6. Automatic Update
8. Process yang invisible. Terkadang, tanpa kita ketahui ada saja program yang berjalan
di memory, padahal kita sudah tidak menggunakannya lagi atau bahkan kita sudah menguninstallnya namun programnya masih ada yang berjalan, untuk itu kita harus memperhatikan process apa saja yang sedang berlangsung di komputer kita dengan melihat task manager, dan kita bisa end taskkan atau kill, lalu kita bisa hapus .exe nya.
9. Disk Fragmentation Sebagaimana karakteristik file dalam sebuah komputer pasti mengalami proses file tersebut di add, di edit, atau di hapus, hal tersebut dapat menyebabkan fragmentasi di beberapa areal sektor harddisk, untuk itu kita perlu merapikan data di komputer kita, yaitu dengan mendefragnya. jika kita menggunakan windows xp, kita bisa menggunakan defrag.exe dan meletakannya di schedule agar dapat berjalan pada waktu yang kita tentukan.
10. Background applications. Kalau kita perhatikan di systray saat kita klik arrow kirinya akan berderetlah icon yang banyak, semakin banyak icon yang terpasang di systray itu menyebabkan komputer semakin lambat merespons proses, karena memory banyak yang terpakai untuk proses itu, sehingga untuk itu kita perlu mematikannya atau menonaktifkan yang tidak diperlukan yaitu dengan mengakses registry:
HKEY_ LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run dan
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentV
Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menanggapi masalah “komputer yang lambat!”
1. Spyware dan Virus merupakan salah satu penyebab pc yang lambat, karena yang paling mudah menyusupi dan banyak user yang berinteraksi dengannya (secara tidak langsung), spyware berasal dari banner-banner dan iklan-iklan di suatu halaman web yang mulai beraksi saat kita mengakses halaman / banner tersebut melalui sebuah browser yang memiliki celah keamanan yang tidak bagus, sehingga spyware ini sangat dekat dengan IE.
Beberapa cara untuk menghapus spyware:
1. Indentifikasi dan analisa process yang sedang berjalan dengan windows task manager.
2. Identifikasi dan non aktifkan service yang bersangkutan melalui management console.
3. Identifikasi dan non aktifkan service yang ada di startup item dengan sistem configuration utilty.
4. Cari dan hapus entry di registry yang ada pada startup.
5. Identifikasi dan hapus file yang mencurigakan.
6. Install dan gunakan spyware detection dan removal.
2. Processor Overheating. Kebanyakan prosesor mudah menghasilkan panas, sehingga membutuhkan pendingin khusus dan jenis fan khusus, sehingga pada saat temperatur prosesor meningkat melampaui batas, sistem akan melambat dan proses akan berjalan lambat. Kipas prosesor yang gagal disebabkan karena :
1. Debu yang menghambat perputaran kipas secara smooth.
2. Fan motor rusak.
3. Bearing fan ada yang doll sehingga fan “jiggling”.
Jiggling adalah jika fan yang sedang berputar ada bunyi krek-krek secara cepat disebabkan bearing fan sudah mulai doll.
3. Ram yang buruk. Beberapa situasi dapat juga karena pengaruh ram yang buruk, hal ini
dikarenakan oleh:
1. RAM timing lebih lambat dari spesifikasi mesin yang optimal.
2. RAM yang memiliki nilai minor hanya bisa dilihat setelah melalui beberapa test.
3. RAM terlalu panas.
4. Harddisk yang fail. Jika harddisk sering mengalami failure, ini juga akan memperburuk performa komputer, dan jenis fail ini banyak penyebabnya, bisa sifatnya mekanis, elektronik, bahkan firmwarenya yang tidak update, harddisk ini akan menyebabkan:
1. Akses time yang lambat.
2. Jumlah bad sector yang terus meningkat saat di scandisk.
3. Ada bluescreen yang tidak terjelaskan.
4. Gagal Boot.
5. Bios Settings. Biasanya bios yang belum dicustom settingnya akan mengalami proses perlambatan beberapa detik, khususnya pada saat booting, untuk itu kita harus mengcustom bios setting agar performa kerja proses boot bisa dipercepat, secara umum settingan bios yang harus diperhatikan adalah:
1. Boot langsung ke harddisk.
2. Disable IDE drive yang tidak terpakai.
3. Set speed latency RAM.
4. Matikan IO / IRQ perangkat onboard yang tidak dipakai.
5. Gunakan Fast POST.
6. Disk type/controller compatibility. Biasanya motherboard sekarang sudah memiliki kontroler yang baik untuk paralel ATA disk, namun kita harus memperhatikan kabel IDE nya, karena kabel ini memiliki beberapa spesifikasi tertentu, ada yang udma 33, 66, dan 100, kalau kita lihat secara fisik, bentuk kabelnya memiliki serabut yang halus halus dan banyak, sedangkan yang udma 33 serabutnya sedikit, jadi gunakanlah kabel yang memiliki spesifikasi yang tinggi untuk disk kita.
7. Windows Services, beberapa service yang harus diperhatikan dan dimatikan jika kita tidak membutuhkanya adalah:
1. FTP 2. Indexing Service
2. Remote Registry
3. Telnet
4. Remote Access
5. Remote Desktop
6. Automatic Update
8. Process yang invisible. Terkadang, tanpa kita ketahui ada saja program yang berjalan
di memory, padahal kita sudah tidak menggunakannya lagi atau bahkan kita sudah menguninstallnya namun programnya masih ada yang berjalan, untuk itu kita harus memperhatikan process apa saja yang sedang berlangsung di komputer kita dengan melihat task manager, dan kita bisa end taskkan atau kill, lalu kita bisa hapus .exe nya.
9. Disk Fragmentation Sebagaimana karakteristik file dalam sebuah komputer pasti mengalami proses file tersebut di add, di edit, atau di hapus, hal tersebut dapat menyebabkan fragmentasi di beberapa areal sektor harddisk, untuk itu kita perlu merapikan data di komputer kita, yaitu dengan mendefragnya. jika kita menggunakan windows xp, kita bisa menggunakan defrag.exe dan meletakannya di schedule agar dapat berjalan pada waktu yang kita tentukan.
10. Background applications. Kalau kita perhatikan di systray saat kita klik arrow kirinya akan berderetlah icon yang banyak, semakin banyak icon yang terpasang di systray itu menyebabkan komputer semakin lambat merespons proses, karena memory banyak yang terpakai untuk proses itu, sehingga untuk itu kita perlu mematikannya atau menonaktifkan yang tidak diperlukan yaitu dengan mengakses registry:
HKEY_ LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run dan
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentV
trombel shooting komputer lambat
Para user komputer sering menemukan keluhan yang cukup membosankan, yaitu komputernya menjadi lambat. Terkadang saking stressnya mungkin langsung mengambil solusi untuk menginstall ulang saja, daripada repot mencari permasalahannya, dan itu justru akan memakan waktu lebih banyak.
Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menanggapi masalah “komputer yang lambat!”
1. Spyware dan Virus merupakan salah satu penyebab pc yang lambat, karena yang paling mudah menyusupi dan banyak user yang berinteraksi dengannya (secara tidak langsung), spyware berasal dari banner-banner dan iklan-iklan di suatu halaman web yang mulai beraksi saat kita mengakses halaman / banner tersebut melalui sebuah browser yang memiliki celah keamanan yang tidak bagus, sehingga spyware ini sangat dekat dengan IE.
Beberapa cara untuk menghapus spyware:
1. Indentifikasi dan analisa process yang sedang berjalan dengan windows task manager.
2. Identifikasi dan non aktifkan service yang bersangkutan melalui management console.
3. Identifikasi dan non aktifkan service yang ada di startup item dengan sistem configuration utilty.
4. Cari dan hapus entry di registry yang ada pada startup.
5. Identifikasi dan hapus file yang mencurigakan.
6. Install dan gunakan spyware detection dan removal.
2. Processor Overheating. Kebanyakan prosesor mudah menghasilkan panas, sehingga membutuhkan pendingin khusus dan jenis fan khusus, sehingga pada saat temperatur prosesor meningkat melampaui batas, sistem akan melambat dan proses akan berjalan lambat. Kipas prosesor yang gagal disebabkan karena :
1. Debu yang menghambat perputaran kipas secara smooth.
2. Fan motor rusak.
3. Bearing fan ada yang doll sehingga fan “jiggling”.
Jiggling adalah jika fan yang sedang berputar ada bunyi krek-krek secara cepat disebabkan bearing fan sudah mulai doll.
3. Ram yang buruk. Beberapa situasi dapat juga karena pengaruh ram yang buruk, hal ini
dikarenakan oleh:
1. RAM timing lebih lambat dari spesifikasi mesin yang optimal.
2. RAM yang memiliki nilai minor hanya bisa dilihat setelah melalui beberapa test.
3. RAM terlalu panas.
4. Harddisk yang fail. Jika harddisk sering mengalami failure, ini juga akan memperburuk performa komputer, dan jenis fail ini banyak penyebabnya, bisa sifatnya mekanis, elektronik, bahkan firmwarenya yang tidak update, harddisk ini akan menyebabkan:
1. Akses time yang lambat.
2. Jumlah bad sector yang terus meningkat saat di scandisk.
3. Ada bluescreen yang tidak terjelaskan.
4. Gagal Boot.
5. Bios Settings. Biasanya bios yang belum dicustom settingnya akan mengalami proses perlambatan beberapa detik, khususnya pada saat booting, untuk itu kita harus mengcustom bios setting agar performa kerja proses boot bisa dipercepat, secara umum settingan bios yang harus diperhatikan adalah:
1. Boot langsung ke harddisk.
2. Disable IDE drive yang tidak terpakai.
3. Set speed latency RAM.
4. Matikan IO / IRQ perangkat onboard yang tidak dipakai.
5. Gunakan Fast POST.
6. Disk type/controller compatibility. Biasanya motherboard sekarang sudah memiliki kontroler yang baik untuk paralel ATA disk, namun kita harus memperhatikan kabel IDE nya, karena kabel ini memiliki beberapa spesifikasi tertentu, ada yang udma 33, 66, dan 100, kalau kita lihat secara fisik, bentuk kabelnya memiliki serabut yang halus halus dan banyak, sedangkan yang udma 33 serabutnya sedikit, jadi gunakanlah kabel yang memiliki spesifikasi yang tinggi untuk disk kita.
7. Windows Services, beberapa service yang harus diperhatikan dan dimatikan jika kita tidak membutuhkanya adalah:
1. FTP 2. Indexing Service
2. Remote Registry
3. Telnet
4. Remote Access
5. Remote Desktop
6. Automatic Update
8. Process yang invisible. Terkadang, tanpa kita ketahui ada saja program yang berjalan
di memory, padahal kita sudah tidak menggunakannya lagi atau bahkan kita sudah menguninstallnya namun programnya masih ada yang berjalan, untuk itu kita harus memperhatikan process apa saja yang sedang berlangsung di komputer kita dengan melihat task manager, dan kita bisa end taskkan atau kill, lalu kita bisa hapus .exe nya.
9. Disk Fragmentation Sebagaimana karakteristik file dalam sebuah komputer pasti mengalami proses file tersebut di add, di edit, atau di hapus, hal tersebut dapat menyebabkan fragmentasi di beberapa areal sektor harddisk, untuk itu kita perlu merapikan data di komputer kita, yaitu dengan mendefragnya. jika kita menggunakan windows xp, kita bisa menggunakan defrag.exe dan meletakannya di schedule agar dapat berjalan pada waktu yang kita tentukan.
10. Background applications. Kalau kita perhatikan di systray saat kita klik arrow kirinya akan berderetlah icon yang banyak, semakin banyak icon yang terpasang di systray itu menyebabkan komputer semakin lambat merespons proses, karena memory banyak yang terpakai untuk proses itu, sehingga untuk itu kita perlu mematikannya atau menonaktifkan yang tidak diperlukan yaitu dengan mengakses registry:
HKEY_ LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run dan
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentV
Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menanggapi masalah “komputer yang lambat!”
1. Spyware dan Virus merupakan salah satu penyebab pc yang lambat, karena yang paling mudah menyusupi dan banyak user yang berinteraksi dengannya (secara tidak langsung), spyware berasal dari banner-banner dan iklan-iklan di suatu halaman web yang mulai beraksi saat kita mengakses halaman / banner tersebut melalui sebuah browser yang memiliki celah keamanan yang tidak bagus, sehingga spyware ini sangat dekat dengan IE.
Beberapa cara untuk menghapus spyware:
1. Indentifikasi dan analisa process yang sedang berjalan dengan windows task manager.
2. Identifikasi dan non aktifkan service yang bersangkutan melalui management console.
3. Identifikasi dan non aktifkan service yang ada di startup item dengan sistem configuration utilty.
4. Cari dan hapus entry di registry yang ada pada startup.
5. Identifikasi dan hapus file yang mencurigakan.
6. Install dan gunakan spyware detection dan removal.
2. Processor Overheating. Kebanyakan prosesor mudah menghasilkan panas, sehingga membutuhkan pendingin khusus dan jenis fan khusus, sehingga pada saat temperatur prosesor meningkat melampaui batas, sistem akan melambat dan proses akan berjalan lambat. Kipas prosesor yang gagal disebabkan karena :
1. Debu yang menghambat perputaran kipas secara smooth.
2. Fan motor rusak.
3. Bearing fan ada yang doll sehingga fan “jiggling”.
Jiggling adalah jika fan yang sedang berputar ada bunyi krek-krek secara cepat disebabkan bearing fan sudah mulai doll.
3. Ram yang buruk. Beberapa situasi dapat juga karena pengaruh ram yang buruk, hal ini
dikarenakan oleh:
1. RAM timing lebih lambat dari spesifikasi mesin yang optimal.
2. RAM yang memiliki nilai minor hanya bisa dilihat setelah melalui beberapa test.
3. RAM terlalu panas.
4. Harddisk yang fail. Jika harddisk sering mengalami failure, ini juga akan memperburuk performa komputer, dan jenis fail ini banyak penyebabnya, bisa sifatnya mekanis, elektronik, bahkan firmwarenya yang tidak update, harddisk ini akan menyebabkan:
1. Akses time yang lambat.
2. Jumlah bad sector yang terus meningkat saat di scandisk.
3. Ada bluescreen yang tidak terjelaskan.
4. Gagal Boot.
5. Bios Settings. Biasanya bios yang belum dicustom settingnya akan mengalami proses perlambatan beberapa detik, khususnya pada saat booting, untuk itu kita harus mengcustom bios setting agar performa kerja proses boot bisa dipercepat, secara umum settingan bios yang harus diperhatikan adalah:
1. Boot langsung ke harddisk.
2. Disable IDE drive yang tidak terpakai.
3. Set speed latency RAM.
4. Matikan IO / IRQ perangkat onboard yang tidak dipakai.
5. Gunakan Fast POST.
6. Disk type/controller compatibility. Biasanya motherboard sekarang sudah memiliki kontroler yang baik untuk paralel ATA disk, namun kita harus memperhatikan kabel IDE nya, karena kabel ini memiliki beberapa spesifikasi tertentu, ada yang udma 33, 66, dan 100, kalau kita lihat secara fisik, bentuk kabelnya memiliki serabut yang halus halus dan banyak, sedangkan yang udma 33 serabutnya sedikit, jadi gunakanlah kabel yang memiliki spesifikasi yang tinggi untuk disk kita.
7. Windows Services, beberapa service yang harus diperhatikan dan dimatikan jika kita tidak membutuhkanya adalah:
1. FTP 2. Indexing Service
2. Remote Registry
3. Telnet
4. Remote Access
5. Remote Desktop
6. Automatic Update
8. Process yang invisible. Terkadang, tanpa kita ketahui ada saja program yang berjalan
di memory, padahal kita sudah tidak menggunakannya lagi atau bahkan kita sudah menguninstallnya namun programnya masih ada yang berjalan, untuk itu kita harus memperhatikan process apa saja yang sedang berlangsung di komputer kita dengan melihat task manager, dan kita bisa end taskkan atau kill, lalu kita bisa hapus .exe nya.
9. Disk Fragmentation Sebagaimana karakteristik file dalam sebuah komputer pasti mengalami proses file tersebut di add, di edit, atau di hapus, hal tersebut dapat menyebabkan fragmentasi di beberapa areal sektor harddisk, untuk itu kita perlu merapikan data di komputer kita, yaitu dengan mendefragnya. jika kita menggunakan windows xp, kita bisa menggunakan defrag.exe dan meletakannya di schedule agar dapat berjalan pada waktu yang kita tentukan.
10. Background applications. Kalau kita perhatikan di systray saat kita klik arrow kirinya akan berderetlah icon yang banyak, semakin banyak icon yang terpasang di systray itu menyebabkan komputer semakin lambat merespons proses, karena memory banyak yang terpakai untuk proses itu, sehingga untuk itu kita perlu mematikannya atau menonaktifkan yang tidak diperlukan yaitu dengan mengakses registry:
HKEY_ LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run dan
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentV
cara trombelshooting
Apabila terdapat masalah pada komputer kita, kita sebaiknya tidak langsung memvonisnya CPU ini rusak atau komputer ini rusak, karena kemungkinan hanya ada beberapa komponen saja yang rusak atau malah kesalahan itu hanya ada pada kabel-kabel yang longgar. Oleh karena itu, disarankan agar kita dapat melakukan trouble shooting PC sendiri (sudah tahu dasar-dasarnya tentunya) agar kita tidak hanya keluar uang untuk melakukan sesuatu.
Berikut ini adalah cara-cara yang mungkin anda bisa lakukan untuk melakukan trouble shooting (mendiagnosis permasalahan) PC:
1. Lepas kabel-kabel dari power supply yang menuju ke Motherboard, Harddisk, CD-ROM, floppy disk, kipas, dll.
2. Lepas kabel-kabel data dari Motherboard yang menuju Harddisk, CD-ROM, dan floppy disk.
3. Cari kabel atau kawat ukuran kira-kira 1,5 cm, kupas ujung-ujungnya
4. Lihat port power supply yang paling panjang
5. Cari port mana yang tersambung kabel warna hijau dan hitam
6. Masukkan salah satu ujung kawat ke port kabel warna hijau dan satu lagi ke port kabel warna hitam
7. Hubungkan arus listrik kepada Power supply (perhatian kawat tadi jangan dipegang, karena arus akan mengalir dari sana)
8. Apabila kipas Power Supply berputar maka Power Supply dalam keadaan OK-OK aja
9. Pasang RAM, Processor serta Heatsink pada Motherboard
10. Pasangkan Port dari Power Supply ke Motherboard, nyalakan komputer
11. Apabila kipas processor berputar maka Motherboard, dan Processor dalam keadaan baik
12. Pasangkan port VGA dari monitor, dan keyboard ke port I/O Motherboard, kembali nyalakan komputer
13. Apabila terlihat sampai proses POST, masuk ke BIOS, dan jika telah masuk, maka VGA dan RAM dalam keadaan baik
14. Pasangkan kabel kabel yang terhubung dari Motherboard ke Harddisk, CD-ROM, dan Floppy disk, dan nyalakan komputer
15. Apabila komputer menyala sampai desktop maka Harddisk dalam keadaan OK
16. Masukkan CD dan Disket, dan lihat di Windows Explorer
17. Apabila data yang ada dalam CD dan Disket tampil, maka CD-ROM dan Floppy disk dalam keadaan baik
18. Sekian langkah-langkah awal untuk trouble shooting PC yang saya ketahui
*) Tanda-tanda apabila salah satu komponen tidak berfungsi
a. Power Supply, kipas tidak akan berputar apabila telah dilakukan prosedur diatas
b. Motherboard, kipas pada Processor tidak akan berputar sama sekali, tercium bau asap pada motherboard
c. Processor, kipas pada processor akan berputar dalam satu detik dan akan berhenti kembali
d. RAM, pada saat komputer dinyalakan, layar monitor tidak akan menampilkan apapun
e. VGA, sama seperti RAM
f. Harddisk, akan muncul tulisan "Disk boot failure" (apabila sudah ada OS sebelumnya)
g. CD-ROM, data tidak akan terbaca
h. Floppy disk, data tidak akan terbaca
Berikut ini adalah cara-cara yang mungkin anda bisa lakukan untuk melakukan trouble shooting (mendiagnosis permasalahan) PC:
1. Lepas kabel-kabel dari power supply yang menuju ke Motherboard, Harddisk, CD-ROM, floppy disk, kipas, dll.
2. Lepas kabel-kabel data dari Motherboard yang menuju Harddisk, CD-ROM, dan floppy disk.
3. Cari kabel atau kawat ukuran kira-kira 1,5 cm, kupas ujung-ujungnya
4. Lihat port power supply yang paling panjang
5. Cari port mana yang tersambung kabel warna hijau dan hitam
6. Masukkan salah satu ujung kawat ke port kabel warna hijau dan satu lagi ke port kabel warna hitam
7. Hubungkan arus listrik kepada Power supply (perhatian kawat tadi jangan dipegang, karena arus akan mengalir dari sana)
8. Apabila kipas Power Supply berputar maka Power Supply dalam keadaan OK-OK aja
9. Pasang RAM, Processor serta Heatsink pada Motherboard
10. Pasangkan Port dari Power Supply ke Motherboard, nyalakan komputer
11. Apabila kipas processor berputar maka Motherboard, dan Processor dalam keadaan baik
12. Pasangkan port VGA dari monitor, dan keyboard ke port I/O Motherboard, kembali nyalakan komputer
13. Apabila terlihat sampai proses POST, masuk ke BIOS, dan jika telah masuk, maka VGA dan RAM dalam keadaan baik
14. Pasangkan kabel kabel yang terhubung dari Motherboard ke Harddisk, CD-ROM, dan Floppy disk, dan nyalakan komputer
15. Apabila komputer menyala sampai desktop maka Harddisk dalam keadaan OK
16. Masukkan CD dan Disket, dan lihat di Windows Explorer
17. Apabila data yang ada dalam CD dan Disket tampil, maka CD-ROM dan Floppy disk dalam keadaan baik
18. Sekian langkah-langkah awal untuk trouble shooting PC yang saya ketahui
*) Tanda-tanda apabila salah satu komponen tidak berfungsi
a. Power Supply, kipas tidak akan berputar apabila telah dilakukan prosedur diatas
b. Motherboard, kipas pada Processor tidak akan berputar sama sekali, tercium bau asap pada motherboard
c. Processor, kipas pada processor akan berputar dalam satu detik dan akan berhenti kembali
d. RAM, pada saat komputer dinyalakan, layar monitor tidak akan menampilkan apapun
e. VGA, sama seperti RAM
f. Harddisk, akan muncul tulisan "Disk boot failure" (apabila sudah ada OS sebelumnya)
g. CD-ROM, data tidak akan terbaca
h. Floppy disk, data tidak akan terbaca
program komputer
Belajar bahasa pemrograman adalah sesuatu hal yang menarik bagi pendatang baru di dunia komputer. Mengapa ? Karena pada umumnya mereka akan banyak bertanya “mengapa kalau saya tekan ini bisa keluar tampilan seperti ini” . Pertanyaan lain yang juga sering muncul “Bisa tidak kalau tampilan ini diubah menjadi seperti ini”. Semua hal tersebut akan terjawab bila seseorang memahami mengenai konsep program komputer (tidak harus mahir terlebih dahulu).
Sebenarnya apa sih maksud konsep program komputer ?
Bahwa segala tindakan yang dilakukan oleh komputer ditentukan kepada instruksi yang diterimanya. Kok bisa ? Untuk memahami ini kita perlu memahami terlebih dahulu pengertian dari komputer.
Komputer terdiri atas 2 komponen yaitu hardware dan Software. Hardware kalau diterjemahkan adalah perangkat keras. Fungsi dari hardware memproses semua masukkan yang diterimanya. Nah bagaimana cara memproses ? Cara komputer memproses tergantung kepada instruksi yang diberikan padanya. Susunan instruksi dalam bentuk perintah perintah ini yang kita sebut software. Jadi ???. Untuk lebih jelasnya saya analogikan hardware dari komputer adalah mesin mobil beserta semua perangkat yang ada di mobil tersebut seperti setir, rem, stater dsb. Nah untuk memfungsikan itu semua tentunya pengemudi harus mempelajari bagaimana cara menggunakan perangkat di mobil tersebut. Nah cara agar mobil itu bisa digunakan mulai dari stater mesin, memasukkan perseneling (kalau perseneling manual), kemudian melepas kopling sambil menekan gas sehingga mobil bisa berjalan itulah yang disebut software. Kalau pengemudi kita sebut Brainware.
Bisa Dipahami kan ? Insya Allah Bisa.
Nah setelah memahami cerita diatas maka sekarang kita tengok lagi hardware komputer. Hardware komputer adalah suatu mesin yang didisain bersifat universal. Maksudnya universal adalah bisa bekerja dengan keluaran yang berbeda beda walau input sama karena cara memproses yang berbeda. Hal ini bisa didapatkan dengan mengatur kombinasi perintah perintah yang disusun. Tentunya hal ini berbeda dengan mesin mobil dimana bila ingin mobil berjalan maka input yang harus dikirim adalah menekan pedal gas. Bila ingin mobil berbelok maka input yang dikirim adalah membelokkan setir. Untuk komputer hal tersebut tidak berlaku tetap. Misal kita menjalankan program Aplikasi Office maka bila kita menekan huruf a maka akan keluar a di layar monitor,sedangkan bila kita menjalankan aplikasi game balap mobil maka bila menekan a maka gambar mobil di layar monitor akan nampak melaju. Kenapa hal ini bisa terjadi ? Karena cara memproses input a untuk program Aplikasi Office dan Game berbeda sehingga keluaran (output) akan berbeda.
Saya kira sekarang sudah lebih jelas kan ? Alhamdulillah
Nah sekarang cara kita untuk memahami bahasa pemrograman, sehingga kita bisa mengatur bagaimana komputer bekerja adalah :
Pahami apa yang menjadi input , proses dan output dari setiap kasus yang ada. Sebagai contoh bila anda diminta menghitung luas lapangan sepakbola yang berbentuk persegi panjang maka anda akan menggunakan rumus
luas = Panjang * Lebar
Panjang dan lebar adalah sebagai Input
Rumus Panjang * Lebar sebagai proses
Luas sebagai Output
Contoh lain :
Budi diminta menghitung jumlah buah yang ada di keranjang , maka
Input adalah buah di keranjang,
Proses adalah kegiatan menghitung buah di keranjang
dan Output adalah Jumlah Buah yang ada di keranjang
Contoh contoh diatas untuk kasus keluaran hanya satu, Bagaimana untuk kasus keluaran lebih dari satu,
perhatikan contoh berikut
Contoh lain lagi yang memiliki output lebih dari satu kemungkinan:
Suatu Mesin yang akan berjalan bila diberi kata “Hallo”, selain kata Hallo maka mesin tidak pernah akan jalan maka :
Input : Masukkan Kata Kunci ?
Proses : Dicek Apakah kata kunci sama dengan “Hallo”
Bila ya maka kirim sinyal ke output untuk jalankan mesin
Bila tidak maka lompat kembali ke input, dan anda diminta memasukkan kata kunci kembali
Cukup Jelas, dengan kasus diatas ? Bila Belum silahkan email ke eko_travada@yahoo.com.
Sekarang bagaimana cara menerapkan kasus kasus diatas ke bahasa pemrograman
Sebelum kita dapat menerapkan suatu kasus ke bahasa pemrograman ada beberapa hal yang harus dipahami terlebih dahulu yaitu :
* Siap siap bertekun ria dengan instruksi yang harus dipelajari
* Cara terbaik mempelajari program adalah dengan sering mencoba membuat program
* Mempelajari program tidak akan pernah berhasil bila hanya dibaca (kecuali bagi yang sudah terbiasa menyusun intruksi).
* Pahami logika dari setiap kasus agar mudah dalam menyusun program, Logika kurang paham akan susah membuat program (mungkin jadi tapi banyak trial errornya saat menyusun program)
Mempelajari Bahasa Pemrograman
Dalam setiap mempelajari bahasa pemrograman beberapa kunci pokok yang harus dipahami yaitu :
1. Mencoba memahami struktur cara menyusun instruksi
2. Memahami cara pedefinisian tipe data ( materi baru diatas belum dibahas)
3. memahami penggunaan perintah perintah dari bahasa pemrograman tersebut dan propertynya seperti penggunaan tanda , % dan sebagainya.
4. Menerapkan konsep algoritma yang sudah kita buat ke bahasa pemrograman.
Bahasa C
Bahasa C adalah yang sudah sangat tua, tapi hingga sekarang masih banyak digunakan terutama untuk menyusun aplikasi yang berhubungan dengan sistem operasi seperti antivirus, windows dsb. Bahasa c secara aturan cukup sederhana tapi memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi (relatif lebih mudah untuk dikostumisasi).
Diantara para pembaca mungkin pernah mendengar turbo c atau borland c, lalu apa bedanya dengan bahasa C ? Bahasa C adalah merujuk kepada aturan yang kita gunakan dalam menyusun perintah di komputer. Seperti anda belajar bahasa inggris tentu juga mempelajari tentan tenses. Kalau boleh dianalogikan kurang lebih sama antara tenses dan aturan bahasa c, hanya tentu tidak seseram itu. Sedangkan apa sih turbo C atau borland C ? Nah Turbo C aatu Borland C adalah sebagai IDE (Integrated Development Environmnet) yang artinya lingkungan tempat kita menyusun instruksi dan kemudian yang bertugas menerjemahkan instruksi yang kita susun agar dipahami oleh komputer. Proses penerjemahan ini dinamakan compile dan IDE bertugas sebagai Compiler. Di beberapa IDE yang lain ada yang menerjemahkan dengan teknik intrepreter. Beda antara intrepeter dan compiler adalah dalam teknik menerjemahkan instruksi. Compiler menerjemahkan dengan cara membaca semua intruksi yang disusun bila tidak ada kesalahan langsung diterjemahkan ke kode objek kemudian baru diterjemahkan ke bahasa mesin. sedangkan intrepreter menerjemahkan per baris perintah, sehingga bila ada kesalahan saat menyusun intruksi akan langsung dikomentari oleh IDE, dimana hal ini tidak dilakukan oleh teknik penerjemahan kompiler.
Seperti saya ceritakan diatas langkah pertama untuk memahami bahasa pemrograman adalah memahami struktur cara menyusun instruksi. Struktur bahasa c seperti contoh program berikut :
Ingat “the best way to start learning a programming language is by writing a program (Juan Soulie)”
// Program pertama saya di c
#include
int main ()
{
printf (“Hallo Dunia”);
return 0;
}
Penjelasan :
di baris pertama penggunaan # adalah sebagai Directive Prossesor. Penambahan #include berarti dalam menjalankan instruksi diatas menyertakan file yang bernama stdio.h. File ini disertakan karena untuk menjalankan perintah printf membutuhkan file stdio.h.
Kemudian int main () adalah menunjuk sebagai fungsi program utama dengan ciri kata main dan selalu diakhiri dengan (). Kemudian int adalah sebagai tipe dari fungsi utama tersebut dengan int artinya integer atau tipe bilangan bulat.
Untuk memulai program selalu diawali dengan ‘{‘ dan untuk mengakhiri dengan ‘}’. Instruksi printf adalah perintah untuk ke layar monitor kata kata di area yang dibuka dengan ‘(‘ dan diakhiri dengan ‘)’. Selalu yang harus diperhatikan di bahasa c huruf besar dan kecil dibedakan , dengan demikian anda tidak diperkenankan mengganti printf dengan Printf misalnya, karena perintah Printf tidak akan dikenali di IDE c (turbo c ataupun borland c). Penggunaan tanda ” diantara kata Halo Dunia ” berarti kata yang dicetak adalah Halo Dunia.
Perintah return o (angka 0 bukan huruf o) adalah pasangan dari fungsi yang menunjukkan bahwa program telah berhasil dijalankan dengan ciri ada pengembalian nilai bertipe integer ke fungsi main().
Perhatikan setiap intruksi yang telah diketik harus diberi tanda ; untuk perintah yang ada di area { }
Perintah diatas dapat anda ketikkan di IDE turbo c. Setelah anda ketikkan kemudian tekan tombol F9. Bila tidak kesalahan pengetikkan perintah akan tampil seperti berikut :
Compiler C
Bila ada kesalahan maka akan tampil berikut :
Compiling error C
Bila muncul seperti diatas cek lagi instruksi yang telah anda ketikkan kemungkinan salah ketik sebagai contoh perhatikkan instruksi berikut ada kekurangan tanda ‘;’ ditandai dengan area yang di blok di return o, berarti ada kesalahan perintah di baris sebelumnya dengan kata statement missing ;
sampel error c
Saat ini kompiler seperti turbo C++, sudah sangat jarang digunakan , sebagai gantinya anda bisa menggunakan Visual C++ yang merupakan paket dari Visual Studio .net 2003 atau veris beriktunya Visual Studio .net 2005 dan saat ini yang terbaru ada versi Visual Studio .net 2008 (versi yang terakhir ini penulis belum pernah coba).
Nah untuk bahasan berikut kompiler yang akan kita gunakan adalah Visual C++ yang ada di paket Visual Studio .Net 2005.
Mengenal Visual C++
Langkah pertama pastikan anda telah menginstal visual studio .net 2005
kemudian masuk ke visual studio dengan cara pilih
all program – microsoft visual studio 2005 – microsoft visual studio 2005
fisrt vs2005
Kemudian anda pilih create project kemudian pili aother language dan pilih visual c++
second vs2005
Kemudian anda pilih win32 console aplication dan beri nama project anda misal diberi nama proyek satu kemudian pilih ok maka akan tampil berikut :
thrid vs2005
kemudian klik kanan di header files – pilih add item – kemudian beri nama file anda misal latihan1 dan pastikan ikon yang tersorot cpp kemudian klik ok – klik next – beri check list di empty project lalu pilih finish maka anda siap membuat program.
Cukup panjang memang – tapi bila anda telah terbiasa langkah tersebut akan menjadi hal yang biasa.
Sebelum kita memulai mungkin ada yang bertanya kenapa langkahnya demikian panjang untuk mulai membuat program ? jawabannya kurang lebih (ini menurut analisis saya), saat membuat projek dengan menyusun program atau memberikan gambar gambar ada banyak bagian yang mesti kita bangun dengan banyak file dan alokasi file tersebut sudah tertentu , Visual Studio membantu kita untuk memanajemen file file yang terpisah tersebut di alokasi yang sesuai sehingga anda tidak perlu direpotkan dengan peletakkan file.
sekarang anda bisa mencoba mengetik perintah yang sama seperti contoh saya diatas dan untuk eksekusi tekan F5 atau klik icon start, maka keluaran yang didapat akan serupa seperti contoh diatas.
sampel 1
Mari Kita lanjutkan lagi belajar membuat program komputer.
Agar anda bisa menyusun program anda paling tidak sudah bisa membayangkan bagaimana instruksi tersebut disusun.
sebagai contoh, bila kita ingin membuat program menghitung luas persegi panjang maka dapat disusun instruksi seperti berikut :
panjang <– 5
Lebar <– 6
luas <– panjang * lebar
Tampilkan luas
artinya dari perintah diatas yaitu masukkan nilai panjang = 5 nilai lebar = 6
, kemudian dihitung dengan formula luas dan instruksi terakhir
tampilkan nilai luas.
Sekarang bagaimana menyusun instruksi diatas menggunakan visual C++ ?
Sebelum kita menerjemahkan ada beberapa hal yang harus kita pahami dan ini berlaku di semua bahasa pemrograman. Hal tersebut adalah :
1. Pahami konsep variabel (variabel adalah suatu ruang memori yang dipesan dan isi ruang tersebut dapat diganti ganti)
2. pahami konsep konstanta (variabel adalah suatu ruang memori yang dipesan dan isi ruang tersebut tidak dapat diganti)
3. pahami konsep tipe data
4. Pahami bagaimana mendefinisikan dan menggunakan tipe data
Saya ulangi lagi instruksi diatas
panjang <– 5
Lebar <– 6
luas <– panjang * lebar
Tampilkan luas
panjang<– 5 ; artinya variabel panjang diisi angka 5
lebar <– 6 ; artinya variabel lebar diisi angka 6
luas <– panjang * lebar ; artinya variabel panjang dan lebar dikalikan dan hasilnya disimpan di variabel luas
tampilkan luas , isi variabel luas ditampilkan.
panjang. lebar dan luas adalah variabel dengan isi data pasti numerik dan kemungkinan bisa pecahan, juga bisa bulat maka bisa disimpulkan panjang, lebar dan luas bertipe pecahan.
Di bahasa c/c++ tipe data untuk pecahan adalah double. berikut list tipe data di c/c++
Name Description Size* Range*
char bertipe karakter 1byte signed: -128 to 127
unsigned: 0 to 255
short int (short) bertipe bulat 2bytes signed: -32768 to 32767
unsigned: 0 to 65535
int bertipe bulat 4bytes signed: -2147483648 to 2147483647
unsigned: 0 to 4294967295
long int (long) bertipe bulat long. 4bytes signed: -2147483648 to 2147483647
unsigned: 0 to 4294967295
bool Bertipe Boolean 1byte true or false
float Bertipe pecahan, desimal 4bytes +/- 3.4e +/- 38 (~7 digits)
double Bertipe pecahan, desimal 8bytes +/- 1.7e +/- 308 (~15 digits)
long double Bertipe pecahan. desimal 8bytes +/- 1.7e +/- 308 (~15 digits)
wchar_t Tipe karakter lebar 2 or 4 bytes 1 wide character
cara pendefinisian tipe data dengan format seperti berikut :
tipe data variabel
contoh
double panjang,lebar,luas
Implementasi dalam program
#include
#include
int main()
{
double panjang,lebar,luas;
panjang=5;
lebar=6;
luas=panjang*lebar;
printf(“ Luas : %lf “,luas);
getch();
return 0;
}
Tekan F5 maka akan tampil luas : 30.0
Penjelasan perintah diatas :
#include
#include kedua perintah ini untuk memanggil library yang digunakan dalam menyusun perintah. Library artinya keyword (kata kunci) yang digunakan. int main() untuk memulai fungsi utama dalam program.
{ awal program
double panjang,lebar,luas; merupakan pendeklarasian tipe data double dengan nama variabel panjang, lebar, luas.
panjang=5;
lebar=6; pengisian data ke variabel panjang dan lebar
luas=panjang*lebar; formula untuk menghitung luas
printf(” Luas : %lf “,luas); Cetak di layar monitor teks luas dan isi variabel luas
parameter %lf digunakan untuk menampilkan isi variabel luas yang bertipe data double
getch(); Perintah untuk menunda sebelum perintah berikutnya dijalankan
return 0; nilai bilangan bulat yang dikembalikan merupakan pasangan dari int main()
} penutup program
Sebenarnya apa sih maksud konsep program komputer ?
Bahwa segala tindakan yang dilakukan oleh komputer ditentukan kepada instruksi yang diterimanya. Kok bisa ? Untuk memahami ini kita perlu memahami terlebih dahulu pengertian dari komputer.
Komputer terdiri atas 2 komponen yaitu hardware dan Software. Hardware kalau diterjemahkan adalah perangkat keras. Fungsi dari hardware memproses semua masukkan yang diterimanya. Nah bagaimana cara memproses ? Cara komputer memproses tergantung kepada instruksi yang diberikan padanya. Susunan instruksi dalam bentuk perintah perintah ini yang kita sebut software. Jadi ???. Untuk lebih jelasnya saya analogikan hardware dari komputer adalah mesin mobil beserta semua perangkat yang ada di mobil tersebut seperti setir, rem, stater dsb. Nah untuk memfungsikan itu semua tentunya pengemudi harus mempelajari bagaimana cara menggunakan perangkat di mobil tersebut. Nah cara agar mobil itu bisa digunakan mulai dari stater mesin, memasukkan perseneling (kalau perseneling manual), kemudian melepas kopling sambil menekan gas sehingga mobil bisa berjalan itulah yang disebut software. Kalau pengemudi kita sebut Brainware.
Bisa Dipahami kan ? Insya Allah Bisa.
Nah setelah memahami cerita diatas maka sekarang kita tengok lagi hardware komputer. Hardware komputer adalah suatu mesin yang didisain bersifat universal. Maksudnya universal adalah bisa bekerja dengan keluaran yang berbeda beda walau input sama karena cara memproses yang berbeda. Hal ini bisa didapatkan dengan mengatur kombinasi perintah perintah yang disusun. Tentunya hal ini berbeda dengan mesin mobil dimana bila ingin mobil berjalan maka input yang harus dikirim adalah menekan pedal gas. Bila ingin mobil berbelok maka input yang dikirim adalah membelokkan setir. Untuk komputer hal tersebut tidak berlaku tetap. Misal kita menjalankan program Aplikasi Office maka bila kita menekan huruf a maka akan keluar a di layar monitor,sedangkan bila kita menjalankan aplikasi game balap mobil maka bila menekan a maka gambar mobil di layar monitor akan nampak melaju. Kenapa hal ini bisa terjadi ? Karena cara memproses input a untuk program Aplikasi Office dan Game berbeda sehingga keluaran (output) akan berbeda.
Saya kira sekarang sudah lebih jelas kan ? Alhamdulillah
Nah sekarang cara kita untuk memahami bahasa pemrograman, sehingga kita bisa mengatur bagaimana komputer bekerja adalah :
Pahami apa yang menjadi input , proses dan output dari setiap kasus yang ada. Sebagai contoh bila anda diminta menghitung luas lapangan sepakbola yang berbentuk persegi panjang maka anda akan menggunakan rumus
luas = Panjang * Lebar
Panjang dan lebar adalah sebagai Input
Rumus Panjang * Lebar sebagai proses
Luas sebagai Output
Contoh lain :
Budi diminta menghitung jumlah buah yang ada di keranjang , maka
Input adalah buah di keranjang,
Proses adalah kegiatan menghitung buah di keranjang
dan Output adalah Jumlah Buah yang ada di keranjang
Contoh contoh diatas untuk kasus keluaran hanya satu, Bagaimana untuk kasus keluaran lebih dari satu,
perhatikan contoh berikut
Contoh lain lagi yang memiliki output lebih dari satu kemungkinan:
Suatu Mesin yang akan berjalan bila diberi kata “Hallo”, selain kata Hallo maka mesin tidak pernah akan jalan maka :
Input : Masukkan Kata Kunci ?
Proses : Dicek Apakah kata kunci sama dengan “Hallo”
Bila ya maka kirim sinyal ke output untuk jalankan mesin
Bila tidak maka lompat kembali ke input, dan anda diminta memasukkan kata kunci kembali
Cukup Jelas, dengan kasus diatas ? Bila Belum silahkan email ke eko_travada@yahoo.com.
Sekarang bagaimana cara menerapkan kasus kasus diatas ke bahasa pemrograman
Sebelum kita dapat menerapkan suatu kasus ke bahasa pemrograman ada beberapa hal yang harus dipahami terlebih dahulu yaitu :
* Siap siap bertekun ria dengan instruksi yang harus dipelajari
* Cara terbaik mempelajari program adalah dengan sering mencoba membuat program
* Mempelajari program tidak akan pernah berhasil bila hanya dibaca (kecuali bagi yang sudah terbiasa menyusun intruksi).
* Pahami logika dari setiap kasus agar mudah dalam menyusun program, Logika kurang paham akan susah membuat program (mungkin jadi tapi banyak trial errornya saat menyusun program)
Mempelajari Bahasa Pemrograman
Dalam setiap mempelajari bahasa pemrograman beberapa kunci pokok yang harus dipahami yaitu :
1. Mencoba memahami struktur cara menyusun instruksi
2. Memahami cara pedefinisian tipe data ( materi baru diatas belum dibahas)
3. memahami penggunaan perintah perintah dari bahasa pemrograman tersebut dan propertynya seperti penggunaan tanda , % dan sebagainya.
4. Menerapkan konsep algoritma yang sudah kita buat ke bahasa pemrograman.
Bahasa C
Bahasa C adalah yang sudah sangat tua, tapi hingga sekarang masih banyak digunakan terutama untuk menyusun aplikasi yang berhubungan dengan sistem operasi seperti antivirus, windows dsb. Bahasa c secara aturan cukup sederhana tapi memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi (relatif lebih mudah untuk dikostumisasi).
Diantara para pembaca mungkin pernah mendengar turbo c atau borland c, lalu apa bedanya dengan bahasa C ? Bahasa C adalah merujuk kepada aturan yang kita gunakan dalam menyusun perintah di komputer. Seperti anda belajar bahasa inggris tentu juga mempelajari tentan tenses. Kalau boleh dianalogikan kurang lebih sama antara tenses dan aturan bahasa c, hanya tentu tidak seseram itu. Sedangkan apa sih turbo C atau borland C ? Nah Turbo C aatu Borland C adalah sebagai IDE (Integrated Development Environmnet) yang artinya lingkungan tempat kita menyusun instruksi dan kemudian yang bertugas menerjemahkan instruksi yang kita susun agar dipahami oleh komputer. Proses penerjemahan ini dinamakan compile dan IDE bertugas sebagai Compiler. Di beberapa IDE yang lain ada yang menerjemahkan dengan teknik intrepreter. Beda antara intrepeter dan compiler adalah dalam teknik menerjemahkan instruksi. Compiler menerjemahkan dengan cara membaca semua intruksi yang disusun bila tidak ada kesalahan langsung diterjemahkan ke kode objek kemudian baru diterjemahkan ke bahasa mesin. sedangkan intrepreter menerjemahkan per baris perintah, sehingga bila ada kesalahan saat menyusun intruksi akan langsung dikomentari oleh IDE, dimana hal ini tidak dilakukan oleh teknik penerjemahan kompiler.
Seperti saya ceritakan diatas langkah pertama untuk memahami bahasa pemrograman adalah memahami struktur cara menyusun instruksi. Struktur bahasa c seperti contoh program berikut :
Ingat “the best way to start learning a programming language is by writing a program (Juan Soulie)”
// Program pertama saya di c
#include
int main ()
{
printf (“Hallo Dunia”);
return 0;
}
Penjelasan :
di baris pertama penggunaan # adalah sebagai Directive Prossesor. Penambahan #include
Kemudian int main () adalah menunjuk sebagai fungsi program utama dengan ciri kata main dan selalu diakhiri dengan (). Kemudian int adalah sebagai tipe dari fungsi utama tersebut dengan int artinya integer atau tipe bilangan bulat.
Untuk memulai program selalu diawali dengan ‘{‘ dan untuk mengakhiri dengan ‘}’. Instruksi printf adalah perintah untuk ke layar monitor kata kata di area yang dibuka dengan ‘(‘ dan diakhiri dengan ‘)’. Selalu yang harus diperhatikan di bahasa c huruf besar dan kecil dibedakan , dengan demikian anda tidak diperkenankan mengganti printf dengan Printf misalnya, karena perintah Printf tidak akan dikenali di IDE c (turbo c ataupun borland c). Penggunaan tanda ” diantara kata Halo Dunia ” berarti kata yang dicetak adalah Halo Dunia.
Perintah return o (angka 0 bukan huruf o) adalah pasangan dari fungsi yang menunjukkan bahwa program telah berhasil dijalankan dengan ciri ada pengembalian nilai bertipe integer ke fungsi main().
Perhatikan setiap intruksi yang telah diketik harus diberi tanda ; untuk perintah yang ada di area { }
Perintah diatas dapat anda ketikkan di IDE turbo c. Setelah anda ketikkan kemudian tekan tombol F9. Bila tidak kesalahan pengetikkan perintah akan tampil seperti berikut :
Compiler C
Bila ada kesalahan maka akan tampil berikut :
Compiling error C
Bila muncul seperti diatas cek lagi instruksi yang telah anda ketikkan kemungkinan salah ketik sebagai contoh perhatikkan instruksi berikut ada kekurangan tanda ‘;’ ditandai dengan area yang di blok di return o, berarti ada kesalahan perintah di baris sebelumnya dengan kata statement missing ;
sampel error c
Saat ini kompiler seperti turbo C++, sudah sangat jarang digunakan , sebagai gantinya anda bisa menggunakan Visual C++ yang merupakan paket dari Visual Studio .net 2003 atau veris beriktunya Visual Studio .net 2005 dan saat ini yang terbaru ada versi Visual Studio .net 2008 (versi yang terakhir ini penulis belum pernah coba).
Nah untuk bahasan berikut kompiler yang akan kita gunakan adalah Visual C++ yang ada di paket Visual Studio .Net 2005.
Mengenal Visual C++
Langkah pertama pastikan anda telah menginstal visual studio .net 2005
kemudian masuk ke visual studio dengan cara pilih
all program – microsoft visual studio 2005 – microsoft visual studio 2005
fisrt vs2005
Kemudian anda pilih create project kemudian pili aother language dan pilih visual c++
second vs2005
Kemudian anda pilih win32 console aplication dan beri nama project anda misal diberi nama proyek satu kemudian pilih ok maka akan tampil berikut :
thrid vs2005
kemudian klik kanan di header files – pilih add item – kemudian beri nama file anda misal latihan1 dan pastikan ikon yang tersorot cpp kemudian klik ok – klik next – beri check list di empty project lalu pilih finish maka anda siap membuat program.
Cukup panjang memang – tapi bila anda telah terbiasa langkah tersebut akan menjadi hal yang biasa.
Sebelum kita memulai mungkin ada yang bertanya kenapa langkahnya demikian panjang untuk mulai membuat program ? jawabannya kurang lebih (ini menurut analisis saya), saat membuat projek dengan menyusun program atau memberikan gambar gambar ada banyak bagian yang mesti kita bangun dengan banyak file dan alokasi file tersebut sudah tertentu , Visual Studio membantu kita untuk memanajemen file file yang terpisah tersebut di alokasi yang sesuai sehingga anda tidak perlu direpotkan dengan peletakkan file.
sekarang anda bisa mencoba mengetik perintah yang sama seperti contoh saya diatas dan untuk eksekusi tekan F5 atau klik icon start, maka keluaran yang didapat akan serupa seperti contoh diatas.
sampel 1
Mari Kita lanjutkan lagi belajar membuat program komputer.
Agar anda bisa menyusun program anda paling tidak sudah bisa membayangkan bagaimana instruksi tersebut disusun.
sebagai contoh, bila kita ingin membuat program menghitung luas persegi panjang maka dapat disusun instruksi seperti berikut :
panjang <– 5
Lebar <– 6
luas <– panjang * lebar
Tampilkan luas
artinya dari perintah diatas yaitu masukkan nilai panjang = 5 nilai lebar = 6
, kemudian dihitung dengan formula luas dan instruksi terakhir
tampilkan nilai luas.
Sekarang bagaimana menyusun instruksi diatas menggunakan visual C++ ?
Sebelum kita menerjemahkan ada beberapa hal yang harus kita pahami dan ini berlaku di semua bahasa pemrograman. Hal tersebut adalah :
1. Pahami konsep variabel (variabel adalah suatu ruang memori yang dipesan dan isi ruang tersebut dapat diganti ganti)
2. pahami konsep konstanta (variabel adalah suatu ruang memori yang dipesan dan isi ruang tersebut tidak dapat diganti)
3. pahami konsep tipe data
4. Pahami bagaimana mendefinisikan dan menggunakan tipe data
Saya ulangi lagi instruksi diatas
panjang <– 5
Lebar <– 6
luas <– panjang * lebar
Tampilkan luas
panjang<– 5 ; artinya variabel panjang diisi angka 5
lebar <– 6 ; artinya variabel lebar diisi angka 6
luas <– panjang * lebar ; artinya variabel panjang dan lebar dikalikan dan hasilnya disimpan di variabel luas
tampilkan luas , isi variabel luas ditampilkan.
panjang. lebar dan luas adalah variabel dengan isi data pasti numerik dan kemungkinan bisa pecahan, juga bisa bulat maka bisa disimpulkan panjang, lebar dan luas bertipe pecahan.
Di bahasa c/c++ tipe data untuk pecahan adalah double. berikut list tipe data di c/c++
Name Description Size* Range*
char bertipe karakter 1byte signed: -128 to 127
unsigned: 0 to 255
short int (short) bertipe bulat 2bytes signed: -32768 to 32767
unsigned: 0 to 65535
int bertipe bulat 4bytes signed: -2147483648 to 2147483647
unsigned: 0 to 4294967295
long int (long) bertipe bulat long. 4bytes signed: -2147483648 to 2147483647
unsigned: 0 to 4294967295
bool Bertipe Boolean 1byte true or false
float Bertipe pecahan, desimal 4bytes +/- 3.4e +/- 38 (~7 digits)
double Bertipe pecahan, desimal 8bytes +/- 1.7e +/- 308 (~15 digits)
long double Bertipe pecahan. desimal 8bytes +/- 1.7e +/- 308 (~15 digits)
wchar_t Tipe karakter lebar 2 or 4 bytes 1 wide character
cara pendefinisian tipe data dengan format seperti berikut :
tipe data variabel
contoh
double panjang,lebar,luas
Implementasi dalam program
#include
#include
int main()
{
double panjang,lebar,luas;
panjang=5;
lebar=6;
luas=panjang*lebar;
printf(“ Luas : %lf “,luas);
getch();
return 0;
}
Tekan F5 maka akan tampil luas : 30.0
Penjelasan perintah diatas :
#include
#include
{ awal program
double panjang,lebar,luas; merupakan pendeklarasian tipe data double dengan nama variabel panjang, lebar, luas.
panjang=5;
lebar=6; pengisian data ke variabel panjang dan lebar
luas=panjang*lebar; formula untuk menghitung luas
printf(” Luas : %lf “,luas); Cetak di layar monitor teks luas dan isi variabel luas
parameter %lf digunakan untuk menampilkan isi variabel luas yang bertipe data double
getch(); Perintah untuk menunda sebelum perintah berikutnya dijalankan
return 0; nilai bilangan bulat yang dikembalikan merupakan pasangan dari int main()
} penutup program
penanganan kerusakan pada mouse
Beberapa faktor kesalahan yang mungkin menjadi penyebab kerusakan sehingga kursor tidak jalan, dapat dilihat berikut ini :
Penyebab 1 :
Kemungkinan kabel data mouse yang berada di motherboard tidak cocok. Dari pemasangan kabel data mouse ini ada dua jenis pemasangan kabel data pada connector mouse serial
Solusi :
Jika kabel mouse tersebut bukan yang aslinya, coba Anda ubah setting pemasangan kabel data connector mouse tersebut. Kemungkinan ini dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi penyebab kerusakan di atas.
Penyebab 2 :
Connector mouse renggang dapat menyebabkan bahwa tampilan di layar mouse tidak jalan, jika mouse/connector digoyang, terkadang dapat kembali normal, tetapi ini tidak akan bertahan lama.
Solusi :
Kemungkinan penanggulangan permasalahan yang mungkin dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi penyebab kerusakan di atas, yaitu dengan mengganjal connector mouse tersebut dengan menggunakan kertas, jika ini dianggap sangat mendesak dan Anda tidak mempunyai dana untuk sementara atau dapat mengganti connector mouse yang baru.
Penyebab 3 :
Kemungkinan juga terdapat pada kabel mouse tersebut putus. Biasanya putus pada pangkal dekat mouse. Jika sudah begini mouse tidak akan jalan sama sekali.
Solusi :
Kemungkinan penanggulangan permasalahan yang mungkin dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi penyebab kerusakan di atas, yaitu dengan mengukur kabel data mouse tersebut dengan menggunakan AVO meter. Jika ditemukan bahwa kabel tersebut ada yang putus, maka ganti dengan kabel lain. Jika tidak, berarti kemungkinan ada pada yang lain (socket kotor misalnya).
Penyebab 4 :
Kerusakan driver mouse juga dapat menyebabkan mouse tidak jalan, terlebih jika driver mouse tidak cocok. Walaupun terkadang bahwa driver yang lain dapat digunakan, tetapi jalannya kursor mouse tidak akan normal.
Solusi :
Kemungkinan penanggulangan permasalahan yang mungkin dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi penyebab kerusakan di atas, yaitu dengan menggunakan driver compatible untuk semua jenis mouse. Adapun langkah - langkah yang dapat Anda lakukan untuk menginstall ulang driver mouse adalah sebagai berikut :
-Siapkan master windows yang digunakan (Win9x, Win Me, Win 2000, Win XP, dan lain - lain ), dan masukkan ke dalam CD Rom.
-Tekan tombol ALT + S untuk memunculkan menu Start.
-Kemudian ambil pilihan setting, lalu tekan anak panah keyboard ke arah kanan untuk memunculkan sub menu yang lain.
-Ambil pilihan control panel, lalu tekan enter.
-Adapun pilihan control panel Anda dapat memilih langsung pilihan mouse, lalu enter.
-Dari jendela mouse properties, tekan tombol tabulasi (tab) beberapa kali untuk memindahkan pilihan pada menu general dengan bantuan tambahan menekan anak panah ke kanan.
-Dari menu general akan terlihat jenis driver yang digunakan. Jika driver yang terlihat adalah “*/ue”, berarti harddisk Anda terinfeksi virus hingga mengakibatkan mouse tersebut rusak. Sebaiknya harddisk Anda diinstal ulang. Jika driver yang terlihat adalah “Standard serial mouse” atau “Standards PS/2 Port Mouse” berarti kerusakan terletak pada mouse Anda dan bukan pada driver. Jika driver yang digunakan bukan dari yang kedua driver di atas, Anda dapat melakukan perubahan dengan mengambil pilihan change, lalu enter.
-Pada jendela select device mouse, tekan kembali tombol tabulasi untuk memindahkan pilihan Anda ke show all devices, lalu tekan kembali tombol tabulasi untuk memilih driver “Standard types” yang berada di kiri layar dan pilih “Standard serial mouse” (untuk mouse serial) atau “Standard PS/2 Port Mouse” (untuk mouse PS/2) yang berada di kanan layar, lalu tekan enter.
-Dari hasil konfirmasi yang menjadi pilihan Anda tekan kembali tombol tabulasi untuk memilih pilihan OK, agar perubahan yang dapat dilakukan dapat disetujui.
-Terakhir, pada jendela system setting change, enter (Yes) untuk merestart kembali komputer Anda sesudah perubahan yang baru dilakukan, tekan tombol enter dan tunggu beberapa saat hingga windows diaktifkan kembali.
Penyebab 1 :
Kemungkinan kabel data mouse yang berada di motherboard tidak cocok. Dari pemasangan kabel data mouse ini ada dua jenis pemasangan kabel data pada connector mouse serial
Solusi :
Jika kabel mouse tersebut bukan yang aslinya, coba Anda ubah setting pemasangan kabel data connector mouse tersebut. Kemungkinan ini dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi penyebab kerusakan di atas.
Penyebab 2 :
Connector mouse renggang dapat menyebabkan bahwa tampilan di layar mouse tidak jalan, jika mouse/connector digoyang, terkadang dapat kembali normal, tetapi ini tidak akan bertahan lama.
Solusi :
Kemungkinan penanggulangan permasalahan yang mungkin dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi penyebab kerusakan di atas, yaitu dengan mengganjal connector mouse tersebut dengan menggunakan kertas, jika ini dianggap sangat mendesak dan Anda tidak mempunyai dana untuk sementara atau dapat mengganti connector mouse yang baru.
Penyebab 3 :
Kemungkinan juga terdapat pada kabel mouse tersebut putus. Biasanya putus pada pangkal dekat mouse. Jika sudah begini mouse tidak akan jalan sama sekali.
Solusi :
Kemungkinan penanggulangan permasalahan yang mungkin dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi penyebab kerusakan di atas, yaitu dengan mengukur kabel data mouse tersebut dengan menggunakan AVO meter. Jika ditemukan bahwa kabel tersebut ada yang putus, maka ganti dengan kabel lain. Jika tidak, berarti kemungkinan ada pada yang lain (socket kotor misalnya).
Penyebab 4 :
Kerusakan driver mouse juga dapat menyebabkan mouse tidak jalan, terlebih jika driver mouse tidak cocok. Walaupun terkadang bahwa driver yang lain dapat digunakan, tetapi jalannya kursor mouse tidak akan normal.
Solusi :
Kemungkinan penanggulangan permasalahan yang mungkin dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi penyebab kerusakan di atas, yaitu dengan menggunakan driver compatible untuk semua jenis mouse. Adapun langkah - langkah yang dapat Anda lakukan untuk menginstall ulang driver mouse adalah sebagai berikut :
-Siapkan master windows yang digunakan (Win9x, Win Me, Win 2000, Win XP, dan lain - lain ), dan masukkan ke dalam CD Rom.
-Tekan tombol ALT + S untuk memunculkan menu Start.
-Kemudian ambil pilihan setting, lalu tekan anak panah keyboard ke arah kanan untuk memunculkan sub menu yang lain.
-Ambil pilihan control panel, lalu tekan enter.
-Adapun pilihan control panel Anda dapat memilih langsung pilihan mouse, lalu enter.
-Dari jendela mouse properties, tekan tombol tabulasi (tab) beberapa kali untuk memindahkan pilihan pada menu general dengan bantuan tambahan menekan anak panah ke kanan.
-Dari menu general akan terlihat jenis driver yang digunakan. Jika driver yang terlihat adalah “*/ue”, berarti harddisk Anda terinfeksi virus hingga mengakibatkan mouse tersebut rusak. Sebaiknya harddisk Anda diinstal ulang. Jika driver yang terlihat adalah “Standard serial mouse” atau “Standards PS/2 Port Mouse” berarti kerusakan terletak pada mouse Anda dan bukan pada driver. Jika driver yang digunakan bukan dari yang kedua driver di atas, Anda dapat melakukan perubahan dengan mengambil pilihan change, lalu enter.
-Pada jendela select device mouse, tekan kembali tombol tabulasi untuk memindahkan pilihan Anda ke show all devices, lalu tekan kembali tombol tabulasi untuk memilih driver “Standard types” yang berada di kiri layar dan pilih “Standard serial mouse” (untuk mouse serial) atau “Standard PS/2 Port Mouse” (untuk mouse PS/2) yang berada di kanan layar, lalu tekan enter.
-Dari hasil konfirmasi yang menjadi pilihan Anda tekan kembali tombol tabulasi untuk memilih pilihan OK, agar perubahan yang dapat dilakukan dapat disetujui.
-Terakhir, pada jendela system setting change, enter (Yes) untuk merestart kembali komputer Anda sesudah perubahan yang baru dilakukan, tekan tombol enter dan tunggu beberapa saat hingga windows diaktifkan kembali.
Selasa, 02 Februari 2010
Bagi penyayang Jendela (windows), Command Prompt alias cmd.exe adalah salah satu rool yang banyak menolong pengguna dalam mengoperasikan windows. Berikut ini adalah daftar perintah (command) dalam mengoperasikan cmd.exe.
ADDUSERS – Memasukkan/ menambah user ke/dari file CSV.
ARP – Address Resolution Protocol
ASSOC Change – file extension associations
ASSOCIAT – One step file association
AT Schedule – Perintah untuk membuat shedule program (utk dijalankan kemudian waktu)
ATTRIB – Mengganti atribut file
BOOTCFG – Edit boot setting windows
BROWSTAT – Mencari info domain,browser dan PDC
CACLS – Mengganti/mengubah file permissions
CALL – Memanggil sebuah program batch
CD – Memindahkan ke sebuah folder tertentu.
CHANGE – Mengubah Properties pada Terminal Server
CHKDSK – Memeriksa dan memperbaiki file system
CHKNTFS – Memeriksa NTFS file system
CHOICE – Menerima input keyboard ke dalam sebuah batch file
CIPHER – Encrypt-Decrypt files/folders
CleanMgr – Membersihkan secara otomatis Temporary files, recycle bin
CLEARMEM – Membersihkan memory
CLIP – meng-Copy STDIN ke Windows clipboard.
CLS – Membersihkan layar CMD
CLUSTER – Windows Clustering
CMD – Membuka layar CMD/ command prompt
COLOR – Mengganti warna pada window CMD
COMP – Membandingkan isi dari 2 atau lebih file
COMPACT – kompres file/folder di dalam partisi NTFS
COMPRESS – kompres file individu di dalam partisi NTFS
CON2PRT – Connect atau disconnect sebuah Printer
CONVERT – Convert FAT drive menjadi NTFS.
COPY – Copy 1 atau lebih file ke lokasi tertentu
CSVDE – Import/Export Active Directory data
DATE – Menampilkan/mengatur tanggal
Dcomcnfg – DCOM Configuration Utility
DEFRAG – Defragment hard drive
DEL – Menghapus 1 atau lebih file
DELPROF – Menghapus User Profile NT
DELTREE – Menghapus sebuah folder beserta subfolder
DevCon – Device Manager Command Line Utility
DIR – Menampilkan daftar file/folder dari sebuah drive
DIRUSE – Menampilkan disk usage/kapasitas disk
DISKCOMP – Membandingkan isi dari 2 buah floppy disk
DISKCOPY – Copy isi dari sebuah floppy disk ke floppy disk lainnya
DNSSTAT – DNS Statistics
DOSKEY – Mengedit command line,recall commands,dan create macros
DSADD – Menambah user (computer, group..) ke dalam active directory
DSQUERY – Menambah item ke dalam active directory
DSMOD – Modify user (computer, group..) di dalam active directory
ECHO – Menampilkan message pada monitor
ERASE – Menghapus satu atau lebih file
EXIT – keluar dari window CMD
EXPAND – Uncompress file
EXTRACT – Uncompress CAB files
FC – Membandingkan 2 buah file
FDISK – Disk Format dan partition
FIND – Mencari sebuah text string di dalam sebuah file
FINDSTR – Mencari strings di dalam files
FOR /F -Loop command: untuk beberapa files sekaligus
FOR – Loop command: all options Files, Directory, List
FORFILES – Batch process multiple files
FORMAT – Memformat sebuah disk
FREEDISK – Menampilkan free disk space (dalam bytes)
FSUTIL – File and Volume utilities
FTP – File Transfer Protocol
FTYPE – Menampilkan/mengubah file types yg digunakan dalam file extension
GLOBAL – Menampilkan daftar anggota dalam global groups
GOTO – Mengarahkan sebuah program batch untuk melompat ke labelled line
HELP – Online Help
HFNETCHK – Network Security Hotfix Checker
IF – Conditionally perform a command (perintah bersyarat)
IPCONFIG – Configure IP
KILL – Menghapus program dari memory
LABEL – Memberi/mengubah label disk
LOCAL – Menampilkan daftar anggota local groups
LOGEVENT – Menulis text ke dalam NT event viewer.
LOGOFF – Keluar dari system / Mengeluarkan user dari system
LOGTIME – mencatat tanggal dan waktu dalam sebuah file
MAPISEND – Mengirim e-mail dari command line
MEM – Menampilkan memory usage
MD – Create new folders
MODE – Configure a system device
MOUNTVOL – Mengatur Mount point dalam sebuah volume
MOVE – Memindahkan file dari sebuah folder ke folder lain
MOVEUSER – Menindahkan user dari sebuah domain ke domain lain
MSG – Mengirim message
MSIEXEC – Microsoft Windows Installer
MSINFO – Windows NT diagnostics
MSTSC – Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
MUNGE – Mencari dan Menganti text di dalam sebuah file (find & replace)
MV – Meng-copy file yang sedang/sementara digunakan
NET – Mengatur network resources
NETDOM – Domain Manager
NETSH – Configure network protocols
NETSVC – Command-line Service Controller
NBTSTAT – Menampilkan networking statistics (NetBIOS over TCP/IP)
NETSTAT – Menampilkan networking statistics (TCP/IP)
NOW – Menampilkan current Date and Time
NSLOOKUP – Name server lookup
NTBACKUP – Backup folders
NTRIGHTS – Edit user account rights (wilayah akses yg diizinkan oleh admin)
PATH – Menampilkan atau mengatur search path untuk executable files
PATHPING – Melacak route plus network latency dan packet loss
PAUSE – Menahan proses sebuah batch file and menampilkan message
PERMS – Menampilkan permissions (wilayah akses) user
PERFMON – Performance Monitor
PING – Menguji (test) network connection
POPD – Restore previous value dari sebuah directory yang di-save oleh PUSHD
PORTQRY – Menampilkan status ports dan service
PRINT – Print text file
PRNCNFG – Menampilkan, mengatur, atau mengubah nama printer
PRNMNGR – Menampilkan, menghapus, atau menambah daftar printer; set default printer
PROMPT – Mengubah command prompt
PsExec – Menjalankan proses jarak jauh (remote)
PsFile – Menunjukkan file2 yang dibuka dari jarak jauh
PsGetSid – Menampilkan SID sebuah computer atau user
PsInfo – Menampilkan informasi dari sebuah system
PsKill – Menghentikan proses melalui process ID
PsList – Menampilkan detail informasi dari sebuah proses
PsLoggedOn – Who’s logged on (mengecek secara lokal atau melalui resource sharing)
PsLogList – Event log records
PsPasswd – Mengubah account password
PsService – Menampilkan dan mengubah services
PsShutdown – Shutdown atau reboot computer
PsSuspend – Suspend/menahan proces
PUSHD – Menyimpan/Save dan mengganti current directory
QGREP – Mencari kata/kalimat di dalam file yg sesuai dgn pola/line yg ditentukan.
RASDIAL – Mengatur RAS connections
RASPHONE – Mengatur RAS connections
RECOVER – Memulihkan/Recover damaged file dari sebuah disk defective (rusak).
REG – Membaca, mengatur, atau menghapus registry keys dan values
REGEDIT – Mengimport/mengeksport registry settings
REGSVR32 – Register/unregister file DLL atau ocx
REGINI – Mengubah Registry Permissions
REM – Merekam/mencatat comments (remarks) di dalam sebuah batch file
REN – mengubah nama file
REPLACE – Mengganti/Replace atau meng-update sebuah file dengan file line
RD – Delete folder
RDISK – Create Recovery Disk
RMTSHARE – Share folder atau printer
ROUTE – Memanipulasi network routing tables
RUNAS – Menjalankan sebuah program dgn menggunakan user account lain.
RUNDLL32 – Menjalankan sebuah DLL command (add/remove print connections)
SC – Service Control
SCHTASKS – Create or Edit Scheduled Tasks
SCLIST – Display NT Services
ScriptIt – Control GUI applications
SET – Display, set, atau remove environment variables
SETX – Set environment variables secara permanent
SHARE – Mendaftar atau edit sebuah file share atau print share
SHORTCUT – Create windows shortcut (.LNK file)
SHOWGRPS – Menampilkan daftar NT Workgroups atau user yang telah joined
SHOWMBRS – Menampilkan daftar Users yg merupakan member dari sebuah Workgroup
SHUTDOWN – Shutdown computer
SLEEP – Menunggu selama beberapa saat
SOON – Menjadwal(schedule) sebuah command untuk beberapa waktu kemudian
SORT – Sort input
START – membuka sebuah window baru, untuk menjalankan program atau command tertentu
SU – Switch User
SUBINACL – Edit file & folder Permissions, Ownership serta Domain
SUBST – Menyesuaikan sebuah path dengan drive letter
SYSTEMINFO – Menampilkan daftar system configuration
TASKLIST – Menampilkan daftar aplikasi dan service yang sedang berjalan
TIME – Menampilkan atau mengubah waktu pada system
TIMEOUT – Delay processing sebuah batch file
TITLE – Menentukan judul window untuk sebuah session CMD.EXE
TOUCH – mengubah timestamps sebuah file
TRACERT – Melacak route ke sebuah remote host
TREE – Tampilan grafis dari struktur folder
TYPE – Menampilkan isi dari sebuah text file
USRSTAT – Menampilkan daftar domain usernames dan last login
VER – Menampilkan version information
VERIFY – Memeriksa apakah files telah ter-save
VOL – Menampilkan disk label
WHERE – Mencari dan menampilkan files di dalam sebuah directory tree
WHOAMI – Menampilkan current UserName dan current domain
WINDIFF – Membandingkan isi dari dua atau lebih file.
WINMSD – Windows system diagnostics
WINMSDP – Windows system diagnostics II
WMIC – WMI Commands
XCACLS – Mengubah file permissions (hak akses)
XCOPY – Copy files dan folders
ADDUSERS – Memasukkan/ menambah user ke/dari file CSV.
ARP – Address Resolution Protocol
ASSOC Change – file extension associations
ASSOCIAT – One step file association
AT Schedule – Perintah untuk membuat shedule program (utk dijalankan kemudian waktu)
ATTRIB – Mengganti atribut file
BOOTCFG – Edit boot setting windows
BROWSTAT – Mencari info domain,browser dan PDC
CACLS – Mengganti/mengubah file permissions
CALL – Memanggil sebuah program batch
CD – Memindahkan ke sebuah folder tertentu.
CHANGE – Mengubah Properties pada Terminal Server
CHKDSK – Memeriksa dan memperbaiki file system
CHKNTFS – Memeriksa NTFS file system
CHOICE – Menerima input keyboard ke dalam sebuah batch file
CIPHER – Encrypt-Decrypt files/folders
CleanMgr – Membersihkan secara otomatis Temporary files, recycle bin
CLEARMEM – Membersihkan memory
CLIP – meng-Copy STDIN ke Windows clipboard.
CLS – Membersihkan layar CMD
CLUSTER – Windows Clustering
CMD – Membuka layar CMD/ command prompt
COLOR – Mengganti warna pada window CMD
COMP – Membandingkan isi dari 2 atau lebih file
COMPACT – kompres file/folder di dalam partisi NTFS
COMPRESS – kompres file individu di dalam partisi NTFS
CON2PRT – Connect atau disconnect sebuah Printer
CONVERT – Convert FAT drive menjadi NTFS.
COPY – Copy 1 atau lebih file ke lokasi tertentu
CSVDE – Import/Export Active Directory data
DATE – Menampilkan/mengatur tanggal
Dcomcnfg – DCOM Configuration Utility
DEFRAG – Defragment hard drive
DEL – Menghapus 1 atau lebih file
DELPROF – Menghapus User Profile NT
DELTREE – Menghapus sebuah folder beserta subfolder
DevCon – Device Manager Command Line Utility
DIR – Menampilkan daftar file/folder dari sebuah drive
DIRUSE – Menampilkan disk usage/kapasitas disk
DISKCOMP – Membandingkan isi dari 2 buah floppy disk
DISKCOPY – Copy isi dari sebuah floppy disk ke floppy disk lainnya
DNSSTAT – DNS Statistics
DOSKEY – Mengedit command line,recall commands,dan create macros
DSADD – Menambah user (computer, group..) ke dalam active directory
DSQUERY – Menambah item ke dalam active directory
DSMOD – Modify user (computer, group..) di dalam active directory
ECHO – Menampilkan message pada monitor
ERASE – Menghapus satu atau lebih file
EXIT – keluar dari window CMD
EXPAND – Uncompress file
EXTRACT – Uncompress CAB files
FC – Membandingkan 2 buah file
FDISK – Disk Format dan partition
FIND – Mencari sebuah text string di dalam sebuah file
FINDSTR – Mencari strings di dalam files
FOR /F -Loop command: untuk beberapa files sekaligus
FOR – Loop command: all options Files, Directory, List
FORFILES – Batch process multiple files
FORMAT – Memformat sebuah disk
FREEDISK – Menampilkan free disk space (dalam bytes)
FSUTIL – File and Volume utilities
FTP – File Transfer Protocol
FTYPE – Menampilkan/mengubah file types yg digunakan dalam file extension
GLOBAL – Menampilkan daftar anggota dalam global groups
GOTO – Mengarahkan sebuah program batch untuk melompat ke labelled line
HELP – Online Help
HFNETCHK – Network Security Hotfix Checker
IF – Conditionally perform a command (perintah bersyarat)
IPCONFIG – Configure IP
KILL – Menghapus program dari memory
LABEL – Memberi/mengubah label disk
LOCAL – Menampilkan daftar anggota local groups
LOGEVENT – Menulis text ke dalam NT event viewer.
LOGOFF – Keluar dari system / Mengeluarkan user dari system
LOGTIME – mencatat tanggal dan waktu dalam sebuah file
MAPISEND – Mengirim e-mail dari command line
MEM – Menampilkan memory usage
MD – Create new folders
MODE – Configure a system device
MOUNTVOL – Mengatur Mount point dalam sebuah volume
MOVE – Memindahkan file dari sebuah folder ke folder lain
MOVEUSER – Menindahkan user dari sebuah domain ke domain lain
MSG – Mengirim message
MSIEXEC – Microsoft Windows Installer
MSINFO – Windows NT diagnostics
MSTSC – Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
MUNGE – Mencari dan Menganti text di dalam sebuah file (find & replace)
MV – Meng-copy file yang sedang/sementara digunakan
NET – Mengatur network resources
NETDOM – Domain Manager
NETSH – Configure network protocols
NETSVC – Command-line Service Controller
NBTSTAT – Menampilkan networking statistics (NetBIOS over TCP/IP)
NETSTAT – Menampilkan networking statistics (TCP/IP)
NOW – Menampilkan current Date and Time
NSLOOKUP – Name server lookup
NTBACKUP – Backup folders
NTRIGHTS – Edit user account rights (wilayah akses yg diizinkan oleh admin)
PATH – Menampilkan atau mengatur search path untuk executable files
PATHPING – Melacak route plus network latency dan packet loss
PAUSE – Menahan proses sebuah batch file and menampilkan message
PERMS – Menampilkan permissions (wilayah akses) user
PERFMON – Performance Monitor
PING – Menguji (test) network connection
POPD – Restore previous value dari sebuah directory yang di-save oleh PUSHD
PORTQRY – Menampilkan status ports dan service
PRINT – Print text file
PRNCNFG – Menampilkan, mengatur, atau mengubah nama printer
PRNMNGR – Menampilkan, menghapus, atau menambah daftar printer; set default printer
PROMPT – Mengubah command prompt
PsExec – Menjalankan proses jarak jauh (remote)
PsFile – Menunjukkan file2 yang dibuka dari jarak jauh
PsGetSid – Menampilkan SID sebuah computer atau user
PsInfo – Menampilkan informasi dari sebuah system
PsKill – Menghentikan proses melalui process ID
PsList – Menampilkan detail informasi dari sebuah proses
PsLoggedOn – Who’s logged on (mengecek secara lokal atau melalui resource sharing)
PsLogList – Event log records
PsPasswd – Mengubah account password
PsService – Menampilkan dan mengubah services
PsShutdown – Shutdown atau reboot computer
PsSuspend – Suspend/menahan proces
PUSHD – Menyimpan/Save dan mengganti current directory
QGREP – Mencari kata/kalimat di dalam file yg sesuai dgn pola/line yg ditentukan.
RASDIAL – Mengatur RAS connections
RASPHONE – Mengatur RAS connections
RECOVER – Memulihkan/Recover damaged file dari sebuah disk defective (rusak).
REG – Membaca, mengatur, atau menghapus registry keys dan values
REGEDIT – Mengimport/mengeksport registry settings
REGSVR32 – Register/unregister file DLL atau ocx
REGINI – Mengubah Registry Permissions
REM – Merekam/mencatat comments (remarks) di dalam sebuah batch file
REN – mengubah nama file
REPLACE – Mengganti/Replace atau meng-update sebuah file dengan file line
RD – Delete folder
RDISK – Create Recovery Disk
RMTSHARE – Share folder atau printer
ROUTE – Memanipulasi network routing tables
RUNAS – Menjalankan sebuah program dgn menggunakan user account lain.
RUNDLL32 – Menjalankan sebuah DLL command (add/remove print connections)
SC – Service Control
SCHTASKS – Create or Edit Scheduled Tasks
SCLIST – Display NT Services
ScriptIt – Control GUI applications
SET – Display, set, atau remove environment variables
SETX – Set environment variables secara permanent
SHARE – Mendaftar atau edit sebuah file share atau print share
SHORTCUT – Create windows shortcut (.LNK file)
SHOWGRPS – Menampilkan daftar NT Workgroups atau user yang telah joined
SHOWMBRS – Menampilkan daftar Users yg merupakan member dari sebuah Workgroup
SHUTDOWN – Shutdown computer
SLEEP – Menunggu selama beberapa saat
SOON – Menjadwal(schedule) sebuah command untuk beberapa waktu kemudian
SORT – Sort input
START – membuka sebuah window baru, untuk menjalankan program atau command tertentu
SU – Switch User
SUBINACL – Edit file & folder Permissions, Ownership serta Domain
SUBST – Menyesuaikan sebuah path dengan drive letter
SYSTEMINFO – Menampilkan daftar system configuration
TASKLIST – Menampilkan daftar aplikasi dan service yang sedang berjalan
TIME – Menampilkan atau mengubah waktu pada system
TIMEOUT – Delay processing sebuah batch file
TITLE – Menentukan judul window untuk sebuah session CMD.EXE
TOUCH – mengubah timestamps sebuah file
TRACERT – Melacak route ke sebuah remote host
TREE – Tampilan grafis dari struktur folder
TYPE – Menampilkan isi dari sebuah text file
USRSTAT – Menampilkan daftar domain usernames dan last login
VER – Menampilkan version information
VERIFY – Memeriksa apakah files telah ter-save
VOL – Menampilkan disk label
WHERE – Mencari dan menampilkan files di dalam sebuah directory tree
WHOAMI – Menampilkan current UserName dan current domain
WINDIFF – Membandingkan isi dari dua atau lebih file.
WINMSD – Windows system diagnostics
WINMSDP – Windows system diagnostics II
WMIC – WMI Commands
XCACLS – Mengubah file permissions (hak akses)
XCOPY – Copy files dan folders
Langganan:
Komentar (Atom)

